• Analisa Usaha Rental Genset

    Article

    Minimnya dukungan infranstuktur seperti ketersediaan jaringan listrik kian menyulitkan kegiatan perusahaan pertambangan di Indonesia yang menyebar di sejumlah daerah terpencil , padahal listrik jadi kebutuhan penting.

    Tetapi situasi yang merepotkan itu, tak melulu dipandang jadi masalah, bahkan tak sedikit yang membidiknya jadi peluang bisnis baru seperti bisnis genset.  Bisnis genset ini pun terbilang menggiurkan terutama jika dilihat dari sisi perkembangannya akibat tingginya permintaan.  Perusahaan pertambangan, migas dan energi yang jadi konsumen di bisnis genset ini harus membeli genset jika ingin memenuhi kebutuhan energi listriknya dari berbagai varian kapasitas dan aneka merk yang ditawarkan produsen genset, maka belakangan konsumen bisa menggunakan genset tanpa harus membelinya, melainkan cukup menyewanya saja.

    Konsumen lebih banyak diuntungkan dengan menyewa genset karena berbagai urusan yang merepotkan bisa dihindari, mulai dari perawatan,  genset yang ngadat saat digunakan, hingga soal tak perlu lagi merogoh dana jutaan rupiah untuk membeli genset.

    Bencana alam seperti badai, tornado, gempa bumi, letusan gunung berapi dan banjir bisa melumpuhkan jaringan listrik.  Selain itu proyek-proyek besar besar seperti sekolah, gedung perkantoran, atau renovasi setelah bencana mengandalkan kekuatan alat-alat listrik yang berat, kantor proyek dan lampu di dalam fasilitas saat pembangunan, Aktivitas bisnis atau hajatan bisa amburadul jika terjadi pemadaman listrik. Jika setrum itu tak segera mengalir, kerugian sudah jelas ada di depan mata.  Apalagi jika bisnis itu banyak menggunakan mesin yang dijalankan listrik. Disinilah generator berperan untuk menangani segala sesuatu yang diperlukan dalam situsi seperti ini.

    Selain itu, festival besar dan konser tentu juga sangat membutuhkan generator sebagai pengganti tenaga sumber listrik mereka.  Usaha rental generator itu sangat dibutuhkan dalam berbagi kesempatan terutama di perkotaan seperti Jakarta.  Rental genset ini seiring dengan semakin diperlukan untuk kegiatan-kegiatan yang hampir sebagian besar masyarakat jalankan secara rutin seperti misalkan:  pernikahan, arisan, ulang tahun, seminar, sunatan, dan lain-lain.

    Susahnya mendapatkan pasokan setrum ternyata bisa jadi usaha yang menguntungkan.  Lihat saja usaha penyewaan genset yang memasok kebutuhan listrik di rumah hingga di pabrik.  Bisnis sewa genset ini mampu mendatangkan omzet hingga Rp 250 juta per bulan bagi pemiliknya.  Awalnya, pemain di bisnis genset ini masih terbatas, tetapi belakangan pemain baru pun bermunculan.  Tak jarang perusahaan yang awalnya dikenal hanya sebagai penjual genset, mulai mengembangkan usahanya menjadi penjualan dan penyewaan genset.  Bisnis penyewaan genset mulai menarik minat pemain baru.  Yang sebelumnya perusahaan tersebut tidak membidik perusahaan pertambangan, energi, dan migas sebagai target konsumennya.

    Seorang pengusaha rental genset bisa meraup omzet Rp 100 juta per bulan dari menyewakan unit genset miliknya, adapula pelaku usaha rental genset hanya dalam 1 bulan bisa memperoleh omzet Rp 250 juta.

    Sudah banyak pelaku usaha rental genset yang telah merasakan keberhasilan dalam usaha penyewaaan genset ini.  Beberapa pengusaha rental genset ada yang bisa meraup omzet mulai dari 100 juta, 250 juta dan ada pula yang bisa meraup omzet 800 juta per bulan tergantung dari jumlah dan jenis genset yang disewakan.(http://www.analisausaha.com/)