• CARA TUNE UP RINGAN MESIN DIESEL GENSET

    Article

    TUNE-UP Merupakan pekerjaan perawatan rutin atau servis ringan yang dilakukan secara periodik atau saat mesin mobil mengalami gangguan-gangguan kecil. Tune-up dilakukan biasanya setelah Engine mencapai pemakaian 1 atau 2 bulan. Tune Up dimaksudkan untuk  mengembalikan tenaga mesin seperti semula.

    TUJUAN TUNE UP
    Tune up merupakan usaha untuk mengembalikan kondisi mesin seperti semula apabila mesin mengalami gangguan dan kerusakan akibat pemakaian secara terus menerus. Tujuan dari Tune up adalah agar kendaraan tetap menghasilkan tenaga yang maksimal dan senantiasa dalam kondisi baik. Dan berikut merupaken step step tune up ringan.

    1. Sistem pendingin
    Energi yang dimasukan didalam mesin berupa bahan bakar hanya kira-kira 30% yang dapat diubah menjadi energi mekanis (gerak). Sisanya sebesar 70% hilang percuma berupa kalor sebesar 25-30% melalui pendinginan dari motor. Sistem pendinginan mempunyai tugas untuk menyerap panas mesin yang kemudian akan disalurkan atau dikeluarkan kembali ke udara luar.
    Di bawah ini adalah prosedur pemeriksaan sistem pendinginan dalam tune up :
    a.     Periksa tinggi air pendingin
    Jika tinggi air pendingin kurang dari batas full maka isilah hingga garis batas full tersbut pada tangki
    b.     Periksa kualitas air pendingin
    Perksalah apakah air tercampur oli atau kotoran dan apakah menimbulkan karat.
    c.      Periksa cara kerja tutup radiator
    Dengan menggunakan alat tes tutup radiator, periksa tekanan pegas dan dudukan katup vakum dari tutup radiator. Jika tutup radiator membuka pada tekanan dibawah angka spesifikasi : STD = 0.75 – 1.05 dengan limit 0.6 kg/cm. Jika tutup radiator rusak, maka tutup tersebut harus diganti.

    2. Memeriksa, Menyetel atau Mengganti tali kipas
    Periksa tali kipas dari kemungkinan aus dan retak. Hal ini dapat menyebabkan tali kipas putus dan mesin panas atau naik temperaturnya. Periksa kekerasan tapi kipas. Bila terlalu kendor atau terlalu kencang harus disetel kembali. Kekerasan tali kipas=bila ditekan dengan kuat (10 kg) kelengkungan tali kipas 7-11 mm.
    Dalam tune up ada dua langkah pemeriksaan tali kipas yaitu:
    a.     Pemeriksaan secara visual.
    Memeriksa tali kipas kemungkinan terdapat :
    - Retak sudah buruk.
    - Persinggungan tidak sempurna antara tali dan pully.
    - Terdapat oli atau gemuk pada tali kipas tersebut.
    b.     Periksa dan stel kekencangan tali kipas.
    Periksa kelenturan tali kipas dengan memberikan tekanan sebesar 98N/10kg diantara dua pulli, stel bila perlu, lihat spesiikasi kelenturan tali pulli diantara alternator dan pompa air. Antara :         kipas dan alternator, jarak kelenturan 7 – 11 mm.
                          Engkol dan kompresor, jarak kelenturan 11 – 14 mm.

    3. Memeriksa, Menyetel atau Mengganti Filter udara, solar dan oli
    Periksa saringan udara. Bila saringan udara kotor dapat menghambat aliran udara yang masuk sehingga putaran mesin tidak stabil. Bersihkan saringan udara dengan mengembuskan udara bertekanan dari arah dalam ke luar. Jika sudah terlalu kotor dan rusak, saringan harus diganti.
    Cara pengerjaannya adalah :
    -   Buka elemen saringan udara
    -   Untuk membersihkan elemen, tiupkan udara kompres dari bagian dalam seperti pada gambar.

    Periksa juga filter solar (fuel filter). Bila saringan solar kotor dapat menyebabkan suplai solar terlambat hingga mesin tersendat-sendat.Bersihkan saringan bensin dengan mengembuskan udara bertekan dari arah luar (out) ke arah masuk (in). 

    4. Memeriksa Baterai (ACCU)
    a. Periksa batterai secara visual, dari kemungkinan yang bisa terjadi :
    Periksa terminal dan klem pengikatnya. Bila kotor dan longgar, menyebabkan suplai arus kurang, harus dibersihkan dengan cara mengampelas dan mengeraskan klem pengikatnya.
    b. Ukuran berat jenis elektrolit.
    Tambahkan air accu (bukan accu sur) jika kurang. Periksa berat jenis air accu dengan menggunakan alat Hidrometer, sedot air accu hingga masuk ke dalam hidrometer dan baca hasil pengukurannya. Berat jenis air accu yang baik = 1,26 - 1,28. Jika kurang dari ketentuan menyebabkan saat stater kurang kuat, baterai harus disetrum (charger).

    5. Memeriksa Oli Mesin
    Bila oli sudah hitam dan encer, oli harus diganti. Tetapi jika oli sering kurang atau habis harus segera dilakukan perbaikan pada sistiem pelumasan oli. Cara Pengerjaanya adalah:
    Periksa tinggi oli
    Tinggi oli harus berada diantara tanda “L” dan ”F”. Jika kurang maka periksa apakah terdapat tanda-tanda kemungkinan ada kebocoran, lalu tambah oli mesin setidaknya sampai tanda “F” (fuel).
    Periksa kualitas oli.
    Periksa Oli apakah ada kemungkinan oli sudah kotor, kemasukan air maupun telah berubah warna. Maka gantilah oli dengan yang baru.
    Ganti saringan oli.
    Buka saringan oli dengan SST .
    - Sebelum memasang filternya yang baru, sebaiknya beri sedikit oli terlebih dahulu pada seal filter.
    Untuk pemasangan, cukup dengan mnggunakan tangan saja.- Setelah mesin dihidupkan, periksa oli dari kemungkinan kebocoran dan periksa kembali tinggi oli.

    6. Memeriksa / Menyetel Celah katup
    Periksa celah katup dari kemungkinan terlalu renggang/sempit, bila celah katup terlalu renggang mesin panas dan tenaga kurang. Sebaliknya bila terlalu sempit bahan bakar (solar) boros dan mengeluarkan asap hitam. Untuk itu, bila celah katup tidak benar harus disetel lagi, dengan cara:
    a) Topkan silinder nomor satu pada TMA.
    b) Lakukan penyetelan dengan urutan dari depan: buang- isap- isap- buang.
    c) Untuk ukuran celah katup Ex 0,25mm In 0,20 mm (khusus mitsubitshi kuda).
    d) Kemudian putar puly 1kali/ putaran 360 .posisikan silinder no 4 pada TMA.
    e) Ukur/ stel celah katup dengan urutan: buang- isap- isap- buang.
    Catatan:
    -gunakan fuller yang masih baik (belum aus).
    -pada saat menyetel tarikkan fuller gauge harus lurus.
    -Setiap jenis/merek kendaraan memiliki ketentuan ukuran celah katup sendiri-sendiri, dapat dilihat pada buku petunjuk perawatan mobil. Contohmitsubitshi kuda, katup masuk = 0,20 mm, katup buang = 0,25 mm.

    7. Membersihkan injektor dengan injector cleaner
    Injector berfungsi untuk menyemburkan bahan bakar ke ruang bakar mesin.
    Masalah yang sering terjadi pada injector:
    1.     Lemahnya semburan bahan bakar
    Jarum injector yang tersumbat kotoran akan menyebabkan tidak kuatnya semburan bahan bakar dari injector ke ruang bakar.
    2.     Kebocoran injector
    Kebocoran terjadi ketika jarum injector tidak bisa menutup rapat setelah selesai menyemburkan bahan bakar.
    Cara pengerjaanya:
    Isi tangki dengan cairan pembersih (injector cleaner) untuk menghilangkan air, belerang, atau jamur  yang mungkin berada di injector.

    8. Kalibrasi injector
    Tujuan kalibrasi Injector:
    Kalibrasi Injector diesel ini gunanya agar injector bisa kembali prima, jadi konsumsi solar kembali irit, mesin tidak pincang, dan tidak mengeluarkan asap hitam.
    Cara pengerjaanya:
    Lepas Injector, kemudian di uji dengan alat khusus ultrasonic. Alat tersebut berfungsi  untuk mengetahui debit bahan bakar, pola semburan bahan bakar, dan ada tidaknya kebocoran pada jarum injector.





    SEMOGA BERMANFAAT